Truk Kayu Muatan Pinus Masih Beroperasi Dari Arah Toba Abaikan SKB Pemprovsu

BacariaNews

Bacaria.id, Parapat – Sejumlah truk kayu gelondongan bertutup plastik biru masih bebas beroperasi dari arah Toba saat libur Natal 2023 dan Baru 2024 dan melewati sejumlah Pos Pam dari Toba hingga ke Simalungun.

Walaupun sudah dikeluarkan Surat Ketetapan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh 5 lembaga instansi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Balai Pelaksana Jalan Nasional dan Balai pengelola Transport Darat kelas II) namun Truk pengangkut kayu gelondongan itu bebas melewati Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) yang datang dari arah Toba ke arah Medan pada siang hari saat kendaraan mudik liburan Natal sedang ramai, Minggu (24/12/2023).

SKB yang dikeluarkan Pemprov Sumut itu ditanda tangani oleh Sekda Provsu Arief S Trinugroho dalam rangka pembatasan angkutan barang masa arus mudik dan balik Natal 2023 dan Tahun Baru 2424, untuk menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan selama masa arus mudik dan arus balik Natal tahun 2023 Tahun Baru 2024.

Amatan awak media di sepanjang jalan pada beberapa kali truk besar lewat sepanjang jalan di wilayah Girsang Sipanganbolon Simalungun saat perayaan puncak Hari Natal 25 Desember 2023.

R. Sinaga (50) Salah seorang pengguna jalan sekaligus supir angkutan di Parapat mengaku sering jadi momok menakutkan di perjalanan saat mobil truk pengangkut kayu dan truk besar yang lewat saat hari ramai.

“Mobil dan truk besar over tonase sangat sering membuat kemacetan di jalan terutama saat hari ramai, selain itu kebanyakan supir truk itu tidak menghiraukan keselamatan pengendara lainnya seolah mereka raja jalanan,” ujar Sinaga.

Sedangkan T. Manalu (40) seorang wisatawan dari Medan yang berhenti di pinggir jalan saat Truk kayu gelondongan berpapasan dengan kendaraannya di tikungan miring sangat ketakutan melihat truk yang lewat karena mengambil ke arah jalurnya.

“Terpaksa kita berhenti bang daripada kecelakaan, karena truk kayu itu ambil jalur kita karena dia lewat ditikungan miring yang bisa saja truk itu terbalik,” ujar Manalu.

Keselamatan pengguna jalan diduga tidak begitu penting bagi pengusaha dan supir pembawa kayu gelondongan pinus dengan tonase berat itu.

Warga dan pengguna jalan berharap agar truk-truk yang hanya memikirkan bisnis sendiri ini dapat ditindak oleh pihak dan institusi terkait, terlebih pada musim liburan seperti ini.