Libur Tahun Baru, Objek Wisata Salib Kasih Ramai Dikunjungi

BacariaNews

Bacaria.id, Taput – Daya tarik Salib Kasih sebagai destinasi wisata, khususnya bagi wisatawan lokal yang datang dari berbagai wilayah di Sumatra Utara, cukup tinggi. Hari ini, Rabu (03/01), yang merupakan “hari terakhir” libur Tahun Baru, para pengunjung memadati objek wisata yang terletak di Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara itu.

Para pengunjung Salib Kasih datang berombongan. Bersama keluarga atau teman. Dalam jumlah hingga belasan orang. Tarif masuk yang terbilang murah, Rp 4.000/orang, membuat pengunjung tidak kesulitan. Banyak dari mereka, khususnya keluarga, yang membawa makanan untuk dimakan di atas tikar yang digelar di bawah rimbunan pohon pinus.

Mulai dari pintu masuk hingga di bagian dalam lokasi Salib Kasih, pengunjung langsung disuguhi berbagai pilihan untuk dipilih sebagai souvernir atau oleh-oleh serta spot untuk berfoto. Di bagian luar sebelum memasuki pintu keluar dan masuk pengunjung, misalnya, terdapat tulisan besar dan memanjang “Salib Kasih” yang cocok dijadikan tempat berfoto.

Masih di bagian luar, terdapat wahana bermain bagi anak-anak seusia sepuluh tahun ke bawah yakni melompat-lompat di atas jalinan tali yang elastis. Terdapat pula kereta api tiruan yang melayani anak-anak yang berminat berkeliling di jalur yang disiapkan.

Di bagian dalam, sejumlah spot untuk berfoto dengan background kawasan Silindung yang terlihat memikat tersedia. Pengelola juga menggelar acara kebaktian di mana setiap pengunjung bebas untuk ikut.

Belum lagi tempat menara pandang yang baru di bangun, banyak pengunjung berphoto dan memandang ke kota Tarutung.

Simorangkir, salah seorang penyedia jasa foto langsung jadi, mengatakan jumlah pengunjung Salib Kasih hari ini jauh lebih banyak dari kemarin (02/01/2024). Sebab besok libur sudah berakhir.

“Hari ini puncak kunjungan para wisatawan ke Salib Kasih, besok kan libur sudah habis,” kata Simorangkir yang memasang tarif Rp 20.000 untuk setiap kali difoto.

Pantauan Bacaria.id, di lokasi Salib Kasih, jelang pukul 12.00 WIB, pengunjung yang datang terus mengalir. Rata-rata menggunakan mobil pribadi hingga menimbulkan kemacetan panjang. Sebagian lagi dengan sepeda motor.

Sayangnya petugas Dinas Pariwisata Taput tidak menyediakan layanan optimal terhadap pengunjung. Sistem antre guna pembayaran tarif masuk tidak tertata dengan baik. Dengan pintu masuk yang hanya satu, pengunjung harus antre lebih dari sepuluh menit agar bisa masuk.

“Seharusnya pintu masuknya ada dua atau tiga, jadi bagi yang mau masuk tidak perlu antri panjang,” kata salah seorang pengunjung.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Tapanuli Utara, Sasma Situmorang saat dikonfirmasi juga membenarkan pada tahun ini terjadi peningkatan pegunjung di sejumlah ojek wisata di Taput.