Daerah  

Warga Bangun Jembatan Darurat di Jalan Tambokan

BacariaNews

Bacaria.id, Taput – Pasca putus diterjang banjir, Jalan Tambokan Desa Lumban Silintong, Kecamatan Pagaran dibangun jembatan darurat agar masyarakat pengguna bisa melewatinya, Rabu (13/12/2023).

Puluhan warga desa setempat terlihat antusias gotong-royong membangun jembatan sementara dari pohon aren dan pinus sebagai penyangga supaya kuat menahan beban kendaraan lewat.

Pembuatan jembatan darurat itu di pimpin Kepala Desa Lumban Silintong, Julmen Manalu bersama Sekdes Selvina Lusiana dan perangkat desa.

Kepala Desa Lumban Silintong, Julmen Manalu mengatakan pembuatan jembatan darurat dilakukan karena diperintahkan pihak Pemkab Taput melalui pejabatnya sewaktu kunjungan ke lokasi kemarin.

“Kita disuruh buatkan jembatan sementara dengan cara bergotong royong agar warga pengguna jalan bisa melewatinya menunggu anggrannya turun dari APBD Taput,” kata Julmen Manalu kepada Waspada, Rabu (13/12/2023).

Disinggung mengenai biaya pembuatan jembatan sementara (darurat) itu dari mana mrngingat jalan tersebut adalah jalan kabupaten, Julmen mengaku biayanya seluruhnya ditanggung Pemkab Taput.

“Namun yang mendahulukan biaya pembuatan melalaui gotong-royong kita sendiri, selaku Kepala Desa,” ujarnya.

“Nanti setelah selesai pembuatan jembatan tersebut, kita disuruh untuk membuat seluruh estimasi biayanya untuk dibayarkan Pemkab Taput,” tambahnya.

Adapun biaya keseluruhan pembuatan jembatan, mulai pembelian kayu pinus, pohon aren, biaya sewa alat berat dan biaya makan minum warga yang gotong-royong, jelas Julmen Manalu, diperkirakan menghabiskan biaya sebanyak Rp21 juta.

“Dan biaya itu semua saya yang menduluankan,”tandasnya.

Julmen menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Taput karena tanggap dan peduli atas musibah putusnya Jalan Tambokan yang ada di daerahnya dengan mengutus pejabat mulai dari Asisten II, Dinas PUPR, Badan Bencana Daerah, Kabag Pembagunan, serta Camat Pagaran turun ke lokasi untuk melihat kondisi dan situasi jalan yang putus tersebut.

“Saya selaku kepala desa, sangat berterima kasih kepada pak Bupati Taput Nikson Nababan atas kepeduliannya dengan mengutus pejabatnya turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan yang terputus dan memerintahkan melakukan tanggap darurat dengan menyuruh membuat jembatan sementara dengan biaya dari Pemkab agar jalan tersebut bisa dipergunakan masyarakat,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Sekdes Desa Lumban Silintong, Selvina Lusiana, AMd. Ia berharap Pemkab Taput untuk segera memperbaiki jalan tersebut secara permanen, dan membangun jembatan jangan lagi gorong-gorong karena itu daerah aliran sungai.

Diberitakan sebelumnya jalan tambokan Desa Lumban Silintong, Kecamatan Pagaran putus akibat diterjang banjir akibat diguyur hujan deras, Selasa (12/12/2023) sekira pukul 1.00 Wib dini hari. Warga penduduk yang hendak menuju desa, dan sebaliknya, jadi terganggu karena tidak bisa melewati.

Jalan Tambokan adalah jalan utama Desa Lumban Silintong menghubungkan dengan Desa Doloksaribu, Kecamatan Pagaran dan sekitarnya dan merupakan status jalan kabupaten.

Amatan Bacaria.id, jalan putus panjangnya sekitar 7 meter dan lebar sekitar 8 meter persis yang ada gorong-gorong sebagai saluran air sungai. Selain terputus, lahan pertanian warga di sekitar jalan itu juga hancur tertutup banjir.

Terputusnya jalan utama desa tersebut di duga karena daerah tersebut dan daerah hulu sungai diguyur hujan deras hampir seharian sehingga banjir menerjang mengakibatkan gorong-gorong air yang ada dibawah jalan tidak lancar dan meluap.

Kepala Desa Lumban Silintong, Julmen Manalu berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki mengingat jalan itu adalah jalan utama desa.

“Kita berharap pihak Pemkab Taput segera memperbaikinya, minimal membangun jalan darurat untuk bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor,” kata Julmen Manalu kepada Waspada di lokasi sewaktu meninjau, Selasa (12/12/2023) pagi.

Senada juga disampaikan Danramil Siborongborong, Kapten Inf A.Silalahi sewaktu pantau lokasi. Ia berharap pihak terkait segera membangun jalan darurat agar warga bisa melewati jalan tersebut mengingat jalan tersebut merupakan akses utama desa.

“Diharapkan dibangun jalan darurat dulu sebagai penanggulangan sementara menunggu diperbaiki,” kata A. Silalahi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Bonggas Pasaribu mengatakan akan segera dibangun jalan darurar sementara dengan cara gotong-royong dengan warga setempat menunggu diperbaiki.

“Kita akan segera membuat jalan darurat di situ agar warga bisa lewat,” kata Bonggas Pasaribu kepada Waspada, melalui selular, Selasa (12/12).

Bonggas juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Kabupaten Taput untuk perbaikan jalan tersebut.