Daerah  

Harga Beras di Taput Naik

BacariaNews

Bacaria.id, Taput – Ketersediaan atau stok beras di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) lebih dari cukup atau 133 ton per hari, bahkan jauh melebihi kebutuhan 75.512 kg per hari. Namun demikian harga beras belakangan ini mengalami kenaikan.

Kabid di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Taput, AM Panggabean (04/03/2024) mengatakan pasokan beras ke pasar-pasar pun tetap lancar setiap hari. “Saat ini memang beras di Kabupaten Taput mengalami kenaikan harga. Saat ini pasaran yang kita pantau, harga beras kualitas premium berkisar Rp 16.000 per kilogram hingga Rp 17.000 per kilogram,” terangnya.

Dia mengatakan belakangan ini, beras yang dijual petani di desa-desa di Taput harganya juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp 220.000 per kaleng kini menjadi Rp 230.000 per kaleng. Satu kaleng beratnya berkisar 16 kilogram beras. Menurutnya, kenaikan harga beras itu disebabkan oleh kondisi sekarang di beberapa daerah di Taput masih musim tanam. Kemudian di daerah lain musim panennya terlambat akibat pengaruh cuaca.

“Walaupun demikian, pasokan beras ke pasar-pasar tradisional di Taput tetap lancar. Sebagian dari Pangaribuan dan Pahae. Sebagian juga pasokan beras ke pasar di Taput kebanyakan dari Kabupaten Toba,” terang Panggabean.

Hal berbeda katanya terjadi di retail modern seperti Indomaret dan Alfamidi yang ada di Taput, dimana harga beras tetap stabil tetapi pasokannya sering mengalami kekosongan.

Masyarakat di Taput akhirnya mengeluhkan kondisi tersebut. Salah seorang ibu rumah tangga warga Tarutung bermarga R Lumbantobing mengatakan, kenaikan harga beras itu memang sangat terasa memberatkan masyarakat.

“Seperti kami masyarakat kecil ini sangat mengeluhkan akan kenaikan harga beras ini. Kenaikan harga beras ini memang mulai terjadi dari tahun yang lalu. Namun kalau kita lihat sekarang harga beras per kalengnya yang kita beli dari petani berkisar Rp 220.000-Rp 230.000,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi itu, dia mengharapkan pemerintah kiranya melakukan operasi pasar supaya harga beras ini nantinya bisa stabil kembali. “Kita juga mengharapkan bisa dilakukan pasar murah di Kabupaten Taput ini,” ujarnya.