Bupati Sebut Oknum Aparat Inisial DS Bertanggung Jawab Atas Bencana Longsor di Baktiraja

BacariaNews

Bacaria.id, Humbahas – Kondisi penanganan bencana lonsor dan pencarian korban masih berlangsung saat ini, belum ada info terbaru tentang bertambahnya penemuan korban. Dua orang ditemukan meninggal dunia dan 10 orang masih sedang dalam pencarian sesuai deadline status bencana yang ditetapkan selama 14 hari.

Kepada Wartawan Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor menyebutkan bahwa Bencana lonsor itu terjadi karena adanya aksi pembabatan hutan lindung oleh oknum mafia kayu.

Bahkan Bupati Dosmar Banjarnahor tak ragu menyebut keterlibatan oknum aparat berinisial DS yang turut bertanggung jawab atas bencana longsor batu gunung diakibatkan perambahan hutan yang dilakukan.

“Inisialnya DS, dia lah yang membekingi aksi penebangan itu,” ujar Dosmar kepada Media Selasa (05/12/2023) di ruang kerjanya.

Bupati yang disebut-sebut orang kepercayaan LBP ini mengatakan bahwa penebangan liar itu terjadi di Desa Sitolubahal, Kecamatan Lintong Nihuta. Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukannya ke Lokasi, ada 4 hektare yang gundul akibat praktik illegal logging.

“Saya sudah ke lapangan, sekitar 4 hektare, itu kawasan hutan lindung semua yang mereka babat” katanya.

Dosmar menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dan keterangan yang diperoleh dari aparat desa, oknum aparat berinisial DS ini lah memberikan alat serta modal kepada para petani untuk menebangi pohon di lokasi itu.

“Difasilitasi dia lah petani itu dengan ekskavator, difasilitasi lah dengan modal, tapi dia lah yang menjual kayunya, dia lah yang menikmati hasilnya,” katanya lagi.

Disinggung lebih detail soal nama lembaga tempat oknum aparat DS bertugas, Dosmar enggan memerinci. Dirinya mengatakan selama menjabat sebagai bupati, tidak ada pernah mengeluarkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) bagi penebang hutan. Namun, menurutnya, selalu saja ada penebangan liar di kawasan hutan Humbahas.

“Kalau longsor terjadi, kan ada penyebabnya, memang bulan-bulan ini curah hujan sangat tinggi. Sebenarnya penebangan itu sudah lama mereka lakukan, akhirnya dampaknya inilah sekarang,” sambung nya.

Sebelum nya diketahui, banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe itu terjadi pada Jumat (1/12/2023) malam. Selain menelan korban jiwa, longsor bebatuan juga merusak 35 rumah warga.