Daerah  

Turunkan Stunting, Pemkab Kampar, Forum CSR, TPPS dan TP PKK Kampar Lakukan Rapat Teknis

BacariaNews

Bacaria.id, Kampar – Sebagai upaya dan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten dalam percepatan Penurunan Angka Stunting, bersama Tim dan Forum CSR (Corporate Social Responsibility ) terus lakukan evaluasi. Kampar merupakan salah Kabupaten yang berhasil menurunkan angka stunting dengan pola perusahaan sebagai Bapak Angkat.

Sebagai upaya tersebut, tim percepatan penurunan stunting kembali menggelar rapat Audisensi Program Kaloborasi Pedampingan Teknis, Peta, Pelibatan dan kolaborasi Pentahelik dalam Perecepatan Penuruan Stunting Kabupaten Kampar, dilaksanakan di ruang rapat lantai III kantor Bupati Kampar, Kamis (27/7/2023).

Adanya kolaborasi 5 (Lima Unsur) unsur yaitu Academician (Akademisi), Business /Perusahaan (Bisnis), Community (Komunitas), Government (Pemerintah) dan Media (Publikasi Media) akan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam Penurunan angka stunting

Rapat tersebut dipimpin Pj Bupati Kampar H Muhammad Firdaus,SE,MM yang diwakili Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Kampar Drs. H. Edi Afrizal, MSi. Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kampar drg. Yusi Prastiningsih, MM, Elwan Jumandri,SH,MH selaku Ketua Forum CSR Kampar dan jajaran Forum CSR serta para kepala OPD terkait maupun yang mewakili instansi.

Dalam kesempatan tersebut, Edi Afrizal menjelaskan bahwa Pemda Kampar bersama tim terkait serta Forum CSR terus berupaya dalam hal ini. Untuk tahun 2018-2019 dan seterusnya kasus stunting mencapai lebih kurang 3000 kasus. Sementara pada tahun 2023 ini tercatat hanya lebih kurang tersisa 622 kasus.

“Walaupun dengan anggaran yang sedikit menurun, namun komit dan semangat tim percepatan terus berjalan. Untuk diletahui pada tahun 2021 pemda kampar melalui dinas terkait menganggrakan lebih kurang Rp 65,283 miliyar, kemudian tahun 2022 lebih kurang Rp 84,943 milyar, serta tahun 2023 turun menjadi Rp 55,434 milyar.

Dari anggaran tersebut menetapkan sebanyak 13 locus atau Kecamatan dan Desa, dengan menerapkan sebanyak 37 program setiap OPD terkait. Kemudian untuk tahun 2024 direncanakan dengan menetapkan 10 locus,” ucap Edi.

Sementara itu Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar drg. Yusi Prastiningsih, dalam kesempatan tersebut kuga menambahkan bahwa stunting juga menentukan masa depan anak-anak kita.

“Artinya selain stunting, hal ini juga akan berdampak pada pertumbuhan otak anak-anak kedepannya. Untuk itu, hal ini harus dengan serius dan semangat kita bersam mencegahnya mulai hulu sampai hilir.

Selanjtnya, untuk diketahui bersama, dalam penurunan stunting tidak hanya dengan melalui makanan. Melainkan juga dengan intervereni spesifik dan sensitif. Melalui program Dinas PU Perkim, saat ini telah merencankan bedah rumah sebanyak 49 unit. Selain itu, lanjut kita juga mesti fokus kepada penyuluhan dan sosialisasi terkait stunting kepada masyarakat, khususnya masyarakat desa,” jelas Yusi.

Yusi juga menerangkan dalam penagangan stunting sendiri, banyak PR yang harus kita lakukan. Sebab dalam penanganan stunting, kita harus mulai mengkaji, dan mempelajari untuk mengetahui penyebab dari hulu.

Sementara itu Elwan Jumandri,SH,MH selaku Ketua Forum CSR Kampar, beliau menjelaskan bahwa perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar saat ini telah melakukan MoU atau kesepakan bersama sebagai ayah angkat dalam penanganan stunting.

“Artinya, seluruh perusahaan komit untuk membatu dalam percepatan pecegahan stunting melalui dana CSR (corporate social responsibility) yang ada disetiap perusahaan,” terang Elwan.