Gaji Dipotong, Puluhan Emak – Emak Datangi Kantor Dinas, Emak – Emak : Dia (Oknum) Persilahkan Lapor Ke Polisi

BacariaNews
Kabid Sampah dan Limbah B3 EMH dihadapan petugas kebersihan pasar Glugur

bacaria.idRantauprapat – Sebanyak 24 (dua puluh empat) petugas kebersihan yang bertugas di Pasar Gelugur Rantauprapat mendatangi dan menjerit-jerit dikantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Kedatagan kaum emak-emak itu lantaran gaji mereka diduga disunat Oknum Kepala Bidang (Kabid) Persampahan EMH pada bulan Maret.

Selain itu, menurut keterangan dari emak – emak petugas kebersihan tersebut, EMH terkesan arogan terhadap para kaum emak- emak selaku penyapu jalan. Dengan entengnya mengatakan, kalau perempuan yang sudah tua renta, tidak becus dalam menjalankan tugas kebersihan di pasar Gelugur.

“Karena kami sudah tua dibilang lah kami tak becus dalam bekerja. Padahal kami selalu bekerja sebagaimana aturan yang berlaku. Kalau lah kami tidak bekerja sebagaimana ucapan Kabid, mungkin pasar gelugur itu sudah banyak sampah yang menumpuk,”Kata Aisah Selaku Petugas Kebersihan, Selasa (18/4/2023) ke wartawan.

Menurutnya, perilaku EMH dengan menyunat gaji, dapat dipastikan tidak diketahui oleh atasannya. Karena, dengan lantangnya, oknum Kabid DLH itu menyebut ke para petugas kebersihan tentang persoalan gaji dipotong ini, dipersilahkan untuk dilaporkan kepada Bupati dan Polisi.

“Ngak takut aku mau lapor kemana, katanya begitu. Padahal sudah mau dekat lebaran. Uang 200 ribu yang dipotong itu sungguh sangat berarti bagi kami. Apalagi saya sebagai tulang punggung keluarga (Janda) semua harus dipenuhi termasuk fitrah untuk tahun ini. Kami hanya meminta hak kami. Bukan uang pak Kabid, berikan hak kami,”kata Aisah dengan meneteskan air mata.l dihadapan wartawan.

Mandor petugas kebersihan pasar Glugur Rantauprapat, Baim Pasaribu menuturkan, dia sempat dituding sama para petugas kebersihan telah memotong gaji. Hingga dia (Baim), meminta seluruh anggota dibawah naungannya untuk bertemu dan bicara langsung kepadanya.

“Saya selalu ditanya mereka kenapa gaji mereka tidak penuh. Bingung saya menjawabnya meski pun saya sebagai koordinator/mandor para kaum emak ini. Jadi saya persilahkan agar Langsung mempertanyakan ke Kabid agar tidak menjadi asumsi buruk kepada saya,”Sebut Baim Pasaribu.

Ia berharap persoalan ini harus dapat dituntaskan, agar kaum emak-emak mendapat titik terang dari instansi terkait.

“Jika tidak dapat dituntaskan, saya hanya mempersilahkan apa yang akan dilakukan para kaum emak-emak dalam persoalan ini. Bahkan hal ini mereka juga meminta agar diberitahukan kepada Bupati, melalui media agar keluhan para penyapu jalan dapat diketahui orang nomor satu di Kabupaten ini,”Pungkas Pasaribu.

Tak berselang lama, Kabid Sampah dan Limbah B3 EMH terlihat datang dengan mengendarai sepeda motor bersama stafnya. Denga paras wajah kebingungan dan sempat mengancam petugas kebersihan berjalan menuju kantornya.

Dihadapan emak-emak yang mendatangi kantornya beramai – ramai untuk meminta penjelasan persoalan gaji disunat, menurut keterangan EMH, soal pemotongan gaji ada peralihan antara vendor ke dinas. Maka, ada sekitar 11 hari yang belum diketahui posisi pekerjaannya.

“Ada peralihan, jadi ada sekitar sebelas hari itu yang tidak masuk kepada anggaran,”katanya. EMH diduga berdalih, soal gaji yang dipotong, kembali ke negara.

Atas ucapan EMH tersebut, para emak – emak yang ada dihadapan EMH langsung memotong ucapan EMH. Soal peralihan dari vendor (perusahaan swasta/pihak ketiga), para petugas kebersihan tetap bekerja.

“Waktu peralihan, kami kan tetap bekerja. Dan itu, Pak Kabid ketemu dengan kami, dan berjanji akan di bayarkan. Coba ingat itu di dalam pasar Glugur bertemu,”ujar seorang wanita berumur yang telah menjadi petugas kebersihan sejak 2003. Disambut oleh rekannya, dengan meminta bukti pemotongan gaji untuk negara.

“Mana buktinya dipotong gaji kami untuk negara?,”celetuk beberapa petugas kebersihan dihadapan EMH.

Sempat memakan waktu panjang perdebatan antara Kabid Sampah dan emak – emak petugas kebersihan pasar Glugur. Hingga akhirnya, EMH mengambil keputusan, untuk mengembalikan gaji yang dipotong tersebut.

EMH berjanji, gaji yang dipotong akan dikembalikan kepada para pekerja kebersihan pasar Glugur. Terkait dengan keterangan petugas kebersihan soal ditakut dengan Bupati dan wartawan, hingga berita ini di langsir belum menjawab.

“Sudah, persoalan ini saya akan berkoordinasi dengan koordinator petugas kebersihan, mudah-mudahan sebelum lebaran, paling lambat hari Jumat ini, persoalan gaji sudah dapat saya bayarkan,”kata EMH dengan gelagat seolah – olah tidak senang, dan melirik – lirik ke wartawan yang memvideokannya di lokasi dengan senyum seakan – akan tak suka alias senyum sinis.

Diketahui dari petugas kebersihan pasar Glugur, gaji perharinya sekitar Rp.35.000. Para pekerja sudah melaksanakan kewajibannya selama 31 hari. Namun, usai melihat transferan gaji dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Labuhan Batu, gaji yang dibayarkan hanya 25 hari.

Ketua Umum Lembaga Peduli dan Pemantau Pembangunan Irfandi, terkait adanya pemotongan gaji mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum dinas terkait, seharusnya diberikan sanksi tegas oleh Bupati Labuhan Batu. Karena, ini sudah dianggap seperti dugaan penyalahgunaan wewenang.

“Kalau lihat di medsos (Facebook) yang di posting wartawan tadi, sungguh sangat mendzolimi pekerja. Karena, hasil keringat para petugas kebersihan, masih sempat – sempatnya tega dipotong. Dengan kondisi saat bulan Ramadhan, dan hanya hitungan hari lebaran. Tega betul ini oknum dengan orang – orang yang telah berjasa terhadap Pemkab Labuhan Batu,”ucapnya.

Penulis: Ricky FaerdinalEditor: Ricky Faerdinal