Anggaran Rp 68 M di Toba Caldera Resort, Parking Hub Terlantar dan Kantor BPODT Rusak

BacariaNews

Bacaria.id, Sumut – Direktur Eksekutif Lingkar Indonesia Tua Abel Sirait menyorot anggaran yang dikucurkan pemerintah melalui Kemenparekraf terhadap biaya pembangunan operasional BPODT di Toba Caldera Resort Sibisa yang diduga lost control dan tidak sesuai dengan hasil yang di inginkan.

Tua Abel menyorot dana sebesar Rp68 miliar yang terbagi 2 bagian proyek pembangunan yaitu parking hub dan gedung BPODT di TCR Sibisa. Hanya saja faktanya, selain terlantar kedua hasil pekerjaan itu belum dapat digunakan.

“Biaya pembangunan parking hub dianggarkan sekitar Rp 12.088.424.308 untuk tahap I dan Rp 4.677.913.706 di tahap II. Sementara pembangunan kantor BPODT tahap I sebesar Rp49.565.687.945, serta tahap II senilai Rp1.919.378.497, sehingga total kesuluruhan alokasi sebanyak Rp68.251.404.456,” ungkapnya Abel, Senin (24/07/2023).

Disebutkan Abel, untuk pembangunan Parking Hub tahap I sendiri sebenarnya penuh persoalan dan tanda tanya. Hal ini dapat dilihat dari pembuatan adendum hingga 4 kali dengan target penyelesaian pembangunan yang terus diundur dari ketetapan awal. Apalagi, hingga saat ini Dirut BPODT, Jimmy Panjaitan masih tertutup saat puluhan wartawan ingin mewawancarai.

Lanjut Abel, jikapun saat ini kerusakan di Kantor BPODT sudah dibenahi, namun itu merupakan kerja keras para tukang yang dikerahkan pada hari Selasa, 18 Juli 2023 tepatnya satu hari sebelum kehadiran Kemenparekraf, Sandiaga Uno di Kaldera Toba.

“Yang saya sampaikan itu fakta. Satu hari sebelum kedatangan Sandiga Uno, kami sudah melihat banyak tukang di kantor itu, dan kami potret kondisi kantornya ada yang rusak. Padahal, proyek harusnya telah selesai dan siap digunakan,” ungkapnya.

Abel berharap agar APH segera melakukan audit proyek di TCR tersebut untuk menghindari adanya kerugian negara dan masyarakat.